Ramalan, Sudahkah anda dibohongi hari ini?

Rasi Bintang, Garis Tangan, Shio, Urutan Kelahiran, atau Golongan Darah, kerap kali membuat kita merasa takjub akan kecocokannya menebak diri kita. Mengapa bisa terjadi?

Saya tidak menutup kemungkinan bahwa “mungkin” ramalan-ramalan di atas memang ada dasar ilmunya. Namun sebagian besar penerapannya mengeksploitasi teknik mentalist yang disebut “Cold Reading”. Cold reading merupakan teknik membaca karakter dan hidup seseorang dengan menggunakan topik yang umum, namun terkesan personal. Teknik ini menimbulkan Barnum Effect, dimana anda merasa pernyataan tersebut spesifik untuk anda, padahal sebenarnya bisa diterapkan pada orang banyak.

 

Contoh :

“Kamu memang terkesan ramah berada di orang-orang sekitarmu, tetapi ada saatnya kamu ingin sendirian saja”

Siapa sih yg tidak mau punya waktu sendiri?

“Kamu akan dihadapkan pada pilihan yang berat di umur 18 nanti”

Usia kelulusan sekolah, siapa yg tidak bingung mau menentukan langkah selanjutnya?

“Kamu orangnya paling ga suka dibohongi”

Apa ada orang yang hobi dibohongi?

 

Kalimat-kalimat setipe ini merupakan kalimat klise yang sering digunakan. Bahkan sudah ada astrolog yang mengakui ia hanya mendaur ulang dan mengacak-acak materi yang sudah ada bertahun-tahun dan diterbitkan lagi di majalah.

 

Tetapi, kenapa kita masih percaya dan suka ?

Karena kita, manusia adalah makhluk yang egois. Segala sesuatu hal yang ada di dunia harus tentang kita. Kalimat umum ramalan pun akan dilihat di lingkungan dan dicocokkan dengan pengalaman hidupnya sehingga dinilai “tepat”. Sementara ramalan yang tidak cocok, langsung dibuang begitu saja (Kecacatan berlogika ini disebut “The Texas Sharpshooters”).

Apalagi, manusia memang suka ditebak. Saat ditebak, manusia akan merasa takjub bisa dimengerti oleh orang lain. Rasa takjub inilah adalah reaksi emosi yang wajar diinginkan manusia menurut Charles Darwin.

Ramalan memberikan perasaan nyaman yang semu pada diri kita. Adanya perasaan dimengerti, serta harapan menyongsong masa depan. Tentu tidak ada salahnya sesekali saat kita lelah, kita iseng membaca ramalan untuk melegakan perasaan kita. Akan tetapi jangan pernah lupa untuk bangkit lagi dan berjuang menghadapi realita.

Selamat berjuang,
Nago Tejena

Komentar Anda

Related Post