PERCEPTION by Nago Tejena

Dear readers (old or new).
Sorry for a long vacuum on this blog. I’ve been through some shi*t and I decided to refurbished this blog with my new content. So let me introduced myself once again.

Perkenalkan, nama saya Nago Tejena. Seorang Psikolog Klinis Dewasa. Namun saya tidak akan banyak berbicara mengenai kesehatan mental, melainkan konten yang sedikit berbeda. Kita akan berbicara mengenai kebenaran.

Kebenaran, merupakan suatu ide yang kita gunakan untuk berbagai fenomena atau permasalahan di dalam hidup kita. Dalam keseharian, kita bisa hidup dengan lancar menggunakan kebenaran kita, sampai akhirnya kebenaran tersebut diuji. Di era globalisasi ini, begitu mudah bagi kita untuk bertemu dan berinteraksi dengan kebenaran yang berbeda, atau bahkan bertolak belakang dengan kita. Tak aneh bila hal ini menimbulkan keraguan akan konsep kebenaran yang anda pegang. Dan ini terjadi pada saya, dan saya juga yakin pada anda.

Sampai akhirnya pada tahun 2017, saya menemukan fenomena menarik. Pada saat itu terjadi 3 kejadian yang merupakan topik bahasan hangat di Indonesia dan dunia.

  1. Pemilihan Gubernur salah satu provinsi di Indonesia
  2. Pembantaian etnis pendatang di negara Asia Tenggara
  3. Kebijakan baru presiden negara Adidaya untuk membatasi Imigran

Jika anda teliti mengamati facebook feed anda, anda akan melihat bagaimana mudahnya teman-teman anda merubah kebenaran yang mereka pegang di situasi-situasi tersebut. Seseorang yang pada kejadian pertama mengatakan “Mayoritas seharusnya mengayomi Minoritas” memutarbalikkan argumennya di kejadian kedua.

Seseorang yang pada kejadian pertama mengatakan “Minoritas seharusnya menghargai Mayoritas” memutarbalikkan argumennya di kejadian ketiga. Jika suatu kebenaran tidak berhasil berdiri teguh di berbagai situasi, apakah masih bisa kita sebut sebagai kebenaran?

Di situ saya menyadari bahwa saya harus mengambil 1 langkah mundur kebelakang, bukan membahas kebenaran, namun satu level konsep sebelum kebenaran, yaitu persepsi.  Akhirnya saya mencoba membuang seluruh kebenaran yang saya miliki, and start fresh. Selama 2 tahun saya berusaha menyerap banyak buku, kelas online, maupun podcast, tentang permasalahan serupa dari tokoh-tokoh dunia yang sudah meninggal ataupun yang masih ada saat ini.

I’ve been reading, contemplating, formulating, over and over again.

Sampai terbentuklah channel youtube saya Nago Tejena, dengan konten utamanya, PERCEPTION. Sebuah fondasi awal yang saya membantu saya untuk kembali berada di dunia, dan saya harap juga membantu anda.

PERCEPTION adalah karya hidup saya. Merupakan sebuah konten tentang bagaimana manusia memahami dunia. Berawal dari kepercayaan kuno, ilmu pengetahuan, sampai misteri keberadaan Naga. Analisis bebas akan dilakukan dari berbagai sudut pandang keilmuan, dari psikologi, filsafat, neurosains, dan evolusi. Berlandaskan fondasi keilmuan ini, kita akan bersama-sama menelusuri berbagai klaim kebenaran yang ada.

Selain PERCEPTION, di channel ini kita juga akan membahas logical fallacy, cognitive bias, hantu, cenayang, dan lainnya. Seluruh konten yang saya harap dapat membantu kita bersama, demi kejelasan kita dalam memahami dunia.

 So, yeah, consider subscribing and I will assure you, we will have some fun.

With that being said.. welcome.. to PERCEPTION

 

Komentar Anda

Related Post